Selasa, 16 Oktober 2018

Sumber Daya Alam


Sumber Daya Alam















DI SUSUN OLEH:
AHMAD MARUL JAELANI (10417338)







PROGRAM TEKNIK ELEKTRO
Teori Lingkungan
UNIVERSITA GUNADARMA








KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobil alamiin sebuah pujian yang pantas saya ucapkan kepada Allah AWT. yang telah memberikan limpahan rahmat kepada saya . Makalah yang berjudul “Sumber Daya Alam ”.
Makala ini saya sesusun sedemikian rupa untuk membahas tentang berbagai persoalan tentang Sumber Daya Alam
saya menyadari bahwa untuk membuat makalah ini membutuhkan berbagai pihak baik dari pihak kedua dan ketiga sebagai narasumber ataupun referensi penulisan makalah ini. Harapan saya agar makalah yang telah saya rancang ini bermaanfaat bagi bagi khalayak umum.
saya sebagai penulis Makalah ini menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi materi dan pembahasan yang saya ketik & rangkum. Oleh karena itu, saya membutuhkan keritik dan saran yang membangun agar kedepannya karya-karya saya dapat lebih baik lagi.

Depok, 15 oktober 2018


Penyusun








BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang terdiri atas sumberdaya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal dasar pembangunan sumberdaya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara-cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang.
Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan, supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu.


B. Rumusan Masalah
1.      pengertian dari sumber daya alam
2.       Jenis-jenis sumber daya alam
3.       contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui
4.      sumber daya alam yang ada diindonesia
5.      pemanfaatan sumber daya alam yang ada diindonesia
6.      landasan kebijakan pengelolaan sumber daya alam
7.      keterbatasan manusia dalam mengelola sumber daya alam
C. Tujuan
1.      mengerti dan memahami arti dari sumber daya alam
2.      mengetahui sumber daya alam yang ada diindonesia
3.      mengetahui jenis-jenis sumber daya alam diindonesia
4.      untuk memenuhi tugas mata kuliah teori lingkungan
5.      mengetahui cara memanfaatkan sumber daya alam

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian sumber daya alam

Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.

B.    Jenis-jenis sumber daya alam
Sumber Daya Alam bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di lingkungan alam dan manusia bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terdapat beberapa jenis sumber daya alam yang harus Anda ketahui, diantaranya:

Sumber Daya Alam Berdasarkan sifatnya

Berdasarkan sifatnya jenis-jenis sumber daya alam dibagi menjadi 2:
  1. Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui
Adalah Sumber daya alam yang tidak akan pernah habis seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, air, sinar matahari, dan mikroorganisme lainnya.
2.      Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui
Sumber daya alam jenis ini mempunyai jumlah yang terbatas. Hal ini dikarenakan proses pembentukannya membutuhkan waktu yang sangat lama, sehingga digunakan terus menerus akan habis, seperti bahan-bahan galian atau barang tambang.

Sumber Daya Alam Berdasarkan jenisnya

Berdasarkan jenisnya sumber daya alam dibagi menjadi 2:
- Daya Alam Hayati (Biotik)
Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup yaitu hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Sumber daya alam Hayati dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Sumber daya alam yang berasal dari hewan atau binatang seperti telur, daging, ikan, dan lain sebagainya.
  • Sumber daya alam nabati adalah SDA yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan merupakan produsen atau penyusun utama dari rantai makanan.

- Sumber Daya Alam non hayati (abiotik)
Sumber daya alam ini berasal dari benda-benda mati. Seperti tanah, air, udara, sinar matahari, dan hasil tambang.

C.   contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui
1.      sumber daya alam yang dapat diperbarui
Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui adalah Segala sesuatu yang berasal dari alam, dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup Manusia, dan jumlahnya tidak akan habis atau terbaharukan dengan atau tanpa bantuan Manusia, selama penggunaannya tidak berlebih-lebihan atau di Eksploitasi.
Contoh Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui, antara lain:
  • Tumbuhan (Buah-buahan, Sayur-sayuran, Beras/Nasi, Kayu, Daun, Kopi, Teh, Getah/Karet, Kapas/Benang, Minyak Goreng, Biodiesel, Biogas, dan turunan dari Tumbuhan lainnya)
  • Hewan (Telur, Daging, Kulit, Wol, Sutera, Mutiara/Kerang, dan sebagainya)
  • Sinar Matahari
  • Angin, Udara, Oksigen
  • Air
  • Tanah, Batu, Pasir, Kerikil, Tanah Liat, Batu bata

2.      sumber daya alam yang tidak  dapat diperbarui
        Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui adalah Segala sesuatu yang berasal dari alam, dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup Manusia, dan jumlahnya akan habis atau tidak terbaharukan atau Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terbaharukan.

Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui memiliki jumlah yang terbatas dan akan habis,  karena jumlah penggunaannya lebih banyak dibanding proses pembentukannya, atau waktu penggunaannya lebih cepat dibanding Waktu yang dibutuhkan untuk dapat terbaharukan, dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis.
                                Contoh Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui, antara lain:
·      Emas
·      Nikel
·      Tembaga
·      Besi
·      Perak
·      Perunggu
·      Minyak Bumi (Bensin, Solar, Aspal, Lilin/Paraffin, Minyak Tanah, dan turunan lainnya)
·      Batubara

D.   sumber Daya Alam Yang Ada Diindonesia
Sumber Daya Alam yang dimiliki Indonesia adalah:
1. Kayu hutan
Kayu yang banyak dihasilkan oleh hutan di Indonesia antara lain
adalah mahoni, trembesi, jati, angsana dan meranti.
2. Rotan
Indonesia adalah penghasil rotan terbesar, yang menghasilkan 80%
dari produksi rotan dunia. Ratan umumnya digunakan untuk perabotan atau
furniture seperti meja, kursi dan lainya



3. Karet
Karet dihasilkan dari penyadapan pohon karet menghasilkan getah
atau latex. Ekspor karet Indonesia mencapai nilai US $ 3,4 miliar pada 2016.
Indonesia merupakan penghasil karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand.
Karet digunakan untuk bahan perangkat kendaraan bermotor dan aplikasi lain
seperti alat olahraga.

4. Kelapa Sawit
Kelapa sawit menghasilkan minyak yang digunakan untuk banyak
produk mulai dari minyak goreng hingga bahan kosmetik. Indonesia adalah
penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Luas lahan kelapa sawit di Indonesia
mencapai lebih dari 6 juta hektar

5. Minyak Bumi
Indonesia adalah penghasil minyak bumi dan gas bumi dalam jumlah
besar. Minyak bumi dan gas alam berkontribusi untuk sekitar 13% dari pendapatan
domestik Indonesia. Produksi minyak bumi Indonesia mencapai 825 ribu barel per
hari. Tambang minyak bumi berada di Minas, Bengkalis dan Duri di Provinsi Riau,
serta Cepu, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur.

6. Gas alam
Indonesia mengandung cadangan gas alam yang besar. Saat ini, Indonesia
memiliki cadangan gas terbesar ketiga di kawasan Asia Pasifik (setelah
Australia dan China), terhitung 1,5 persen dari total cadangan gas global.
Pada tahun 2015, Indonesia memproduksi sekitar 75 milyar meter
kubik gas alam. Sebagian besar sentra produksi gas Indonesia berada di lepas
pantai. Yang terbesar adalah Arun (Aceh), Bontang (Kalimantan Timur), Tangguh
(Papua), dan Pulau Natuna (Kepulauan Riau).

7.Batubara
Pada tahun 2009 Indonesia merupakan produsen batu bara ke-5 terbesar didunia, menghasilkan 263 juta ton .batubara keras dan 38 juta ton batubara lignit. Sebagian besar hasil batubara Indoneisa diekspor, sebesar 230 juta batubara keras.

E.    Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.
o   Sumber Daya Alam Hayati Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya

·                     Bahan makanan: padi, jagung, gandum, tebu
·                     Bahan bangungan: kayu jati, kayu mahoni
·                     Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
·                     Obat: jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
·                     Pupuk kompos
·                      
Pertanian dan perkebunan

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).
  
Hewan, Peternakan, Dan Perikanan

Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.

o   Sumber Daya Alam Nonhayati
Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan hasil tambang.

Air
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan. Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air asin (wilayah laut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai, danau, dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus meningkat. Air juga digunakan untuk pengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan aset rekreasi. Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.

Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi. Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.

Tanah
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup. Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini.



·                     Hasil Tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi, maupun sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan secara efisien. Beberapa contoh bahan tambang dan pemanfaatannya:
Minyak Bumi

·                     Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
·                     Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
·                     Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
·                     Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
·                     LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
·                     Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
·                     Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
·                     Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
·                     Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton).


-Batu Bara
Dimanfaatkan untuk bahan bakar industri dan rumah tangga.
Terdapat di Ombilin (Sumatra Barat); Bukit Asam (Sumatera Selatan); Steenkool (Papua Barat); Sungai Berau (Kalimantan Utara).

-Biji Besi
Untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain.
Terdapat di Cilacap (Jawa Tengah)

-Tembaga
Merupakan jenis logam yang berwarna kekuning-kuningan, lunak dan mudah ditempa.
Terdapat di Tirtomulyo, Wonogiri (Jawa Tengah); Muara Simpeng (Sulawesi); dan Tembagapura (Papua).

-Bauksit
Sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.
Terdapat di Pulau Bintan (Kepulauan Riau)

-Emas dan Perak
Untuk perhiasan.
Terdapat di Cikotok (Jawa Barat);


-Marmer
Untuk bahan bangunan rumah atau gedung.
Terdapat di Tulungagung (Jawa Timur); Trenggalek (Jawa Timur); Bayat (Jawa Tengah).

-Belerang
Untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api.
Terdapat di kawasan Telaga Bodas (Garut, Jawa Barat); Dieng (Jawa Tengah); dan di kawah gunung-gunung berapi lainnya.

-Nikel
Untuk bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat.
Terdapat di sekitar danau Matana, Danau Towuti, dan Kolaka

-Gas Alam
Untuk bahan bakar kompor gas.
-Mangaan
Untuk pembuatan pembuatan besi baja.
Terdapat di Tasikmalaya (Jawa Barat); Kulon Progo (Jogyakarta); Kliripan (Yogyakarta); Pulau Doi (Halmahera).

-Grafit
Bermanfaat untuk membuat pensil.

F.    Landasan Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam
          Landasan dasar kebijakan pengolahan sumber daya alam terdapat dalam TAP MPR RI No. IX/MPR-RI/2001 dan GBHN 1999-2004.
Dalam TAP MPR RI No. IX/MPR-RI/2001 berisi tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber daya Alam, ada titik harapan dari proses reformasi di bidang agraria dan pengelolaan sumber daya alam, yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan perhatian dari para pengambil kebijakan.
TAP MPR tersebut dijelaskan beberapa peta permasalahan yang membuat keputusan politik ini lahir yaitu :
1.      Sumber daya agraria dan sumber daya alam harus dikelola dan dimanfaatkan secara optimal bagi generasi sekarang dan generasi mendatang dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
2.      Adanya persoalan kemiskinan, ketimpangan dan ketidakadilan sosial ekonomi rakyat serta kerusakan sumber daya alam.
3.      Pengelolaan sumber daya agaria dan sumber daya alam selama ini telah menimbulkan penurunan kualitas lingkungan, ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatannya serta menimbulkan berbagai konflik.
4.      Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya agraria dan sumber daya alam saling tumpang tindih dan bertentangan.
5.      Pengelolaan sumber daya agraria dan sumber daya alam yang adil, berkelanjutan, dan ramah lingkungan harus dilakukan dengan cara terkoordinasi, terpadu dan menampung dinamika, aspirasi dan peran serta masyarakat, serta menyelesaikan konflik.

Arah Kebijakan Bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup dalam GHBN 1999 – 2004 yaitu :
1.      Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi.
2.      Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.
3.      Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan keterbaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.
4.      Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur dengan undang-undang.
5.      Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal serta penataan ruang, yang pengusahaannya diatur dengan undang-undang.


G.    Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam
Ekologi adalah suatu kajian studi terhadap hubungan timbal balik (interaksi) antar organism (antar makhluk hidup) dan antara organism (makhluk hidup) dengan lingkungannya.
Faktor-faktor pembatas ekologis ini perlu diperhitungkan agar pembangunan membawa hasil yang lestari.Hubungan antara pengawetan ekosistem dan perubahan demi pembangunan demi pembangunan ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu :
1.         Kebutuhan untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat pilihan penggunaan sumber alam di masa depan.

2.            Kenyataan bahwa peningkatan pembangunan pada daerah-daerah pertanian tradisional yang telah terbukti berproduksi baik mempunyai kemungkinan besar untuk memperoleh pengembalian modal yang lebih besar dibanding daerah yang baru.

3.      Kenyataan bahwa penyelamatan masyarakat biotis dan sumber alam yang khas merupakan langkah pertama yang logis dalam pembangunan daerah baru, dengan alasan bahwa sumber alam tersebut tak dapat digantikan dalam arti pemenuhan kebutuhan dan aspirasi manusia, dan kontribusi jangka panjang terhadap pemantapan dan produktivitas daerah (Dasmann, 1973)


Seperti pernyataan diatas, Sumber daya alam ini adalah energi yang sifatnya tidak dapat digantikan. Proses penggantian ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Hampir setiap waktu sumber daya alam ini tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Beberapa sampel yang bisa kita lihat bahwa sember daya alam ini tak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari.
Untuk menjamin keberlanjutan fungsi layanan sosial-ekologi alam dan keberlanjutan sumberdaya alam dalam cakupan wilayah yang lebih luas maka pendekatan perencanaan SDA dengan instrumen penataan ruang harus dilakukan dengan mempertimbangkan bentang alam dan kesatuan layanan ekosistem, endemisme dan keterancaman kepunahan flora-fauna, aliran-aliran energi sosial dan kultural, kesamaan sejarah dan konstelasi geo-politik wilayah.
Dengan pertimbangan-pertimbangan ini maka pilihan-pilihan atas sistem budidaya, teknologi pemungutan/ekstraksi SDA dan pengolahan hasil harus benar-benar mempertimbangkan keberlanjutan ekologi dari mulai tingkat ekosistem lokal sampai ekosistem regional yang lebih luas. Dengan pendekatan ekosistem yang diperkaya dengan perspektif kultural seperti ini tidak ada lagi “keharusan” untuk menerapkan satu sistem PSDA untuk wilayah yang luas. Hampir bisa dipastikan bahwa setiap ekosistem bisa jadi akan membutuhkan sistem pengelolaan SDA yang berbeda dari ekosistem di wilayah lain.
H.   Keterbatasan Manusia Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

Krisis lingkungan hidup yang dihadapi manusia modern merupakan akibat langsung dari pengelolaan lingkungan hidup yang “nir-etik”. Artinya, manusia melakukan pengelolaan sumber-sumber alam hampir tanpa peduli pada peran etika. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa krisis ekologis yang dihadapi umat manusia berakar dalam krisis etika atau krisis moral. Umat manusia kurang peduli pada norma-norma kehidupan atau mengganti norma-norma yang seharusnya dengan norma-norma ciptaan dan kepentingannya sendiri. Manusia modern menghadapi alam hampir tanpa menggunakan ‘hati nurani. Alam begitu saja dieksploitasi dan dicemari tanpa merasa bersalah. Akibatnya terjadi penurunan secara drastis kualitas sumber daya alam seperti lenyapnya sebagian spesies dari muka bumi, yang diikuti pula penurunan kualitas alam. Pencemaran dan kerusakan alam pun akhirnya mencuat sebagai masalah yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari manusia.
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup diselenggarakan dengan asas tanggung jawab negara, asas keberlanjutan, dan asas manfaat bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada TuhanYang Maha Esa.
Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumberdaya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.



Sasaran pengelolaan lingkungan hidup sebagai berikut; pertama, tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup. Kedua, terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup. Ketiga, terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan. Keempat, tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup. Kelima, terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana. Keenam, terlindunginya NKRI terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.
Dari sinilah jelas bahwa: setiap warganegara atau masyarakat tentunya mempunyai hak yang sama atas pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup yang baik dan sehat. Sehingga, setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. Selain mempunyai hak, setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan sekaligus perusakan lingkungan hidup.

Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk terus menjaga kelestarian secara bersinergi bagi semua pihak. Baik dari perwujudan kebijakan pemerintah dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat. Jika pemerintah mampu memberikan kebijakan yang berpihak terhadap kelestarian lingkungan, maka dengan sendirinya masyarakat juga akan mengikuti dan bahwa mendorong terwujudnya lingkungan yang lestari dan kenyamanan.





















BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
   Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.
sumber daya alam merupakan sesuatu yang harus dilestarikan dan dijaga oleh masyarakat, umber daya alam diindonesia itu sangat banyak sekali tetapi banyak dari kita yang belum memanfaatkanya dengan baik ,dan sumber daya alam diindonesia kebanyakan dirusak dan dimanfaatkan secara liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


B.  SARAN
Dengan makalah ini, semoga pembaca dapat menelaah lebih dalam tentang sumber daya alam diindonesia dan semakin banyak masyarakat yang menjaga dan merawat sumber daya alam tersebut, Semoga artikel yang saya tulis bermanfaat jika ada salah-salah kata mohon dimaafkan terimakasih sudah membaca…..









DAFTAR PUSTAKA